Gempa yang Terjadi di Tiongkok, Bencana Alam yang Meresahkan

Patrick | March 14, 2018 | 0 | Uncategorized

 

Manusia yang hidup di dunia pastilah sangat familiar atau tidak asing dengan apa yang disebut bencana alam. Sejak zaman dahulu hingga sekarang ini, manusia harus selalu siap dengan berbagai macam bencana alam yang terjadi. Entah bencana alam yang sudah bisa diprediksi kehadirannya ataupun yang tidak bisa terdeteksi oleh alat buatan manusia.

 

Bencana alam pastilah merugikan manusia dan lingkungannya. Bencana alam datang bisa karena ulah manusia itu sendiri ataupun takdir yang telah digariskan. Bencana alam yang bisa dikatakan karena ulah manusia sendiri salah satunya adalah banjir. Banjir yang datang di suatu lingkungan biasanya disebabkan karena tidak adanya tumbuhan yang mampu menyerap air karena tumbuhan tersebut dibabat habis. Hal lain yang mungkin menjadi alasan adalah kurangnya ruang resapan karena lahan dialihfungsikan menjadi daerah pemukiman.

 

Bencana alam yang tidak bisa dihindari oleh manusia walaupun lingkungan telah terjaga pun bisa datang kapan saja. Contohnya adalah gempa. Gempa dibagi menjadi dua, gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan karena aktivitas gunung merapi. Sedangkan gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena tumbukan lempeng bumi. Kedua gempa tersebut memiliki dampaknya masing-masing. Salah satunya bisa menimbulkan dampak berupa bencana alam lain seperti tsunami.

 

Gempa Hadir di Tiongkok, Cina

Seperti yang telah dijelaskan bahwa bencana alam bisa datang kapan saja, kali ini bencana alam berupa gempa menghampiri salah satu daerah dari negara di dunia, Cina. Pada selasa (8/8) di Provinsi Sichuan, Tiongkok terjadi gempa dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dengan kekuatan 7.0 skala richter tersebut terjadi di salah satu tempat wisata yang dilestarikan bernama Jiuzhaigou. Diperkirakan lebih dari 38 ribu wisatawan hadir di tempat wisata tersebut pada hari dimana gempa terjadi.

 

Pihak yang berwenang mengatakan ada 20 orang yang meninggal atas insiden tersebut, 6 diantaranya adalah wisatawan. Selain itu, dilaporkan juga bahwasannya 247 orang mengalami cedera tidak parah atau bisa dikatakan ringan. Evakuasi korban dilakukan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab secara cepat. Namun, hal tersebut tetap saja menimbulkan kemacetan di jalanan lokasi gempa.

 

 

Laporan lainnya menunjukkan bahwa terjadi gempa susulan satu hari setelah gempa utama terjadi. Dilihat dari keadaannya, banyaknya korban yang berjatuhan disebabkan karena tertimpa reruntuhan bangunan yang ada. Gempa mengakibatkan bangunan yang tidak kokoh mengalami kerusakan. Masyarakat yang tidak bisa menyelamatkan diri terpaksa harus tertimpa reruntuhan sehingga mengalami luka-luka.

 

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Berada di Lingkungan yang Mengalami Gempa

Beberapa manusia mungkin belum pernah mengalami keadaan dimana gempa berlangsung. Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Kepanikan yang terjadi jika terus dibiarkan akan menganggu cara manusia berpikir. Beberapa hal yang sekiranya bisa cepat dilakukan ketika menghadapi suatu hal genting menjadi tidak bisa langsung dilakukan karena panik menutupi logika untuk berpikir secara rasional.

 

Jika berada dalam ruangan, segeralah keluar dan mencari tanah lapang yang sekiranya terhindar dari reruntuhan bangunan. Apabila berada dalam ruangan dan tidak memungkinkan untuk keluar, berlindunglah di bawah meja atau apapun yang bisa melindungi tubuh dari reruntuhan.

 

Ketika berada di luar ruangan, jangan berlindung di dekat pohon, tiang tinggi atau bangunan lain. Dikhawatirkan gempa yang terjadi bisa mengakibatkan runtuhnya bangunan yang tidak kokoh. Walaupun pada keadaan genting, jangan lupa untuk melihat keadaan orang di sekitar. Saat menyelamatkan diri, selamatkan juga orang-orang yang sekiranya menghadapi kesulitas ketika evakuasi.

 

Spread the love

Related Posts