Aksi Berani Seorang Polisi, Perancis Beri Penghormatan Negara Kepada Polisi Supermarket Ini

Patrick | March 26, 2018 | 0 | Uncategorized

Pada 23 Maret 2018 yang lalu, ada kejadian yang cukup menarik perhatian pemerintah Perancis dan tentunya membuat geram penduduk Negara ini. Letnan Kolonel Arnaud Beltram bahkan tak pernah menyangka bahwa dirinya harus merelakan nyawanya terenggut oleh seorang tentara yang mengaku ISIS di sebuah supermarket Super U di Perancis saat menjalankan tugasnya. Ditembak dan ditusuk dengan keji, Beltram meninggal di rumah sakit saat melindungi seorang sandra wanita.

Letnal Kolonel Arnaud Beltram Mendapatkan Penghormatan dari Presiden Perancis

Insiden yang menewaskan polisi supermarket tersebut berawal dari seseorang yang mengaku jihadis bernama Radouane Lakdim menyandera seorang perempuan. Beltram yang terkejut dengan kejadian yang begitu tiba-tiba itu, ia menggantikan posisi wanita tersebut untuk menjadi sandera. Tapi aksinya tersebut tak sedikitpun meluluhkan hati Lakdim dan justru ia ditusuk dan ditembak. Tak lama dari itu, polisi datang dan menembak Lakdim hingga tewas di tempat.

Mengutip dari CNN Indonesia.com, aksi berani dari seorang kolonel itu memicu perhatian dari publik, tak terkecuali Presiden Perancis Emmanuel Macron. Beltram mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan dari Negara. Macron mengatakan bahwa Beltram pantas dianggap sebagai pahlawan yang berani mempertaruhkan nyawanya demi melindungi masyarakat sipil.

Sehingga Beltram sangat pantas untuk mendapatkan kebanggaan dan penghormatan dari Negara.  “Baltrem meninggal sebagai pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya untuk menghentikan tindakan atas aksi pembunuhan yang dilakukan teroris jihadis” begitulah yang diungkapkan oleh Macron dalam sebuah konferensi pers pada 25 Maret lalu.

Tak hanya Macron saja yang memberikan apresiasinya kepada Baltrem. Beberapa kepala Negara dan dari pemerintahan juga turut memberi penghargaan terhadap pengorbanan Baltrem. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, juga turut memberikan pujiannya melalui Twitter bahwa pengorbanan dan keberanian dari Baltrem tak akan pernah dilupakan.

Belum ada keterangan yang rinci terkait rencana dari presiden Negara tersebut. Hanya saja, kantor kepresidenan Perancing sudah mengumumkan secara resmi bahwa aka nada acara penghormatan kenegaraan untuk Baltrame.

Atas kejadian tersebut, Lakdim dilaporkan membunuh dua orang termasuk Letnan Kolonel Arnaud Beltram serta melukai lebih dari 10 orang di supermarket. Sebelumnya diketahui dirinya juga sudah membunuh satu orang saat mencuri sebuah mobil. Saat serangan terjadi, Beltram mencoba melobi Lakdim agar dirinya bisa menggantikan seorang sandera wanita. Beltram sempat menyalakan ponsel untuk menghubungi polisi agar mereka bisa mendengar percakapan antara Beltram dan Lakdim.  Sayangnya, hal tersebut tak membuat Lakdim salah fokus dan justru langsung menembak leher Baltrim yang saat itu memasuki supermarket.

Misa pelepasan atas meninggalnya Baltrim dipimpin oleh Uskup Carcassonne dan Narbonne di Trebes. Sedangkan untuk doa bersama bagi para korban insiden di supermarket tersebut dilakukan 4 hari kemudian.

Penghormatan untuk Baltrim sendiri pada saat misa dilakukan, dimulai dengan melantunkan hening cipta di barak polisi seluruh Perancis tepat sebelum peti jenazah Baltrim ditutup bendera triwarna yang dipegang polisi. Hujan deras mengiringi kepergian Baltrim hingga ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Masyarakat pun turut berbaris di jalanan untuk turut memberikan penghormatan yang terakhir.

Endless, “menerima untuk mati demi menyelamatkan yang tidak bersalah” masih menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh para prajurit, baik tentara maupun polisi saat bertugas demi melindungi masyarakat. Meskipun mereka harus rela meninggalkan orang terkasih dan tersayang di dalam hidupnya.

 

 

Spread the love

Related Posts